Ketahui 4 Syarat Penting Menjadi Konsultan Pajak

Apa sih konsultan Pajak itu? Konsultan Pajak adalah orang yang memberikan jasa konsultasi terkait perpajakan sehingga klien dapat menuaikan kewajiban membayar pajak sesuai dengan perundang-undangan. Untuk menjadi konsultan pajak, ada syaratnya. Apa saja? Simak 4 syarat penting menjadi konsultan pajak berikut ini.

Persyaratan Individu

Advertisements
  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Tinggal di Indonesia
  3. Tidak bekerja atau memiliki jabatan di pemerintah maupun BUMN
  4. Berkelakuan baik (ini dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi berwenang)
  5. Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  6. Merupakan anggota Asosiasi Konsultan Pajak yang sudah terdaftar di Dirjen Pajak
  7. Mempunyai sertifikat konsultan pajak

Persyaratan Terkait Pekerjaan Calon Konsultan Pajak Sebelumnya

Jika calon konsultan pernah mengabdi di Dirjen Pajak tapi tidak sampai masa pensiun, maka harus memenuhi syarat berikut ini :

  1. Calon konsultan pajak haruslah mengundurkan diri atau diberhentikan secara hormat dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS).
  2. Selain itu minimal calon konsultan pajak harus sudah melewati 2 tahun sejak Surat Keputusan pemberhentiannya sebagai PNS sebelum dibolehkan menjadi konsultan pajak.

Apabila calon konsultan pajak merupakan pensiunan dari Direktorat Jenderal Pajak, maka mesti memenuhi syarat berikut ini :

  1. Sudah mengabdi selama minimal 20 tahun di Direktorat Jenderal Pajak
  2. Selama mengabdi di Dirjen Pajak, tidak pernah menerima hukuman tingkat berat yang berdasar peraturan undang-undang tentang kepegawaian
  3. Memperoleh hak pensiun sebagai PNS saat mengakhiri masa baktinya di Dirjen Pajak
  4. Sudah melewati 2 tahun sejak SK pensiunnya

Memiliki Ijin Praktik Sebagai Konsultan Pajak

Saat ingin menjadi konsultan pajak, tentu harus mempunyai ijin praktik sebagai konsultan pajak. Ijin praktik konsultan pajak ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Konsultan pajak yang sudah memiliki ijin praktik ditandai dengan kepemilikan kartu ijin praktik. Untuk memiliki ijin praktik sebagai konsultan pajak, berikut adalah serangkaian persyaratan yang harus dilengkapi :

Advertisements
  1. Daftar riwayat hidup dan riwayat pendidikan (harus dibuat dengan format yang ditetapkan di Peraturan Menteri)
  2. Fotokopi Sertifikat Konsultan Pajak (sudah dilegalisir oleh Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak)
  3. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang diterbitkan POLRI
  4. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  5. Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  6. Surat Pernyataan bahwa tidak terikat pekerjaan atau jabatan di pemerintah atau BUMN
  7. Fotokopi Surat Keputusan yang menyatakan keanggotaan dari Asosiasi Konsultan Pajak
  8. Surat pernyataan komitmen bahwa akan melaksanakan peraturan perundang-undangan perpajakan dengan sebenar-benarnya

Memiliki Sertifikat Sebagai Konsultan Pajak

Sertifikat profesi posisinya sangat penting jika ingin menjadi konsultan pajak. Sertifikat konsultan pajak ini diterbitkan dan dilegalisasi oleh Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak. Sertifikat konsultan pajak ini terdiri dari 3 jenis.

Yang membedakan 3 sertifikat ini satu sama lain adalah tingkatan klien yang boleh dilayani. Seperti apa sih perbedaannya?

  1. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat A, dengan sertifikat ini konsultan pajak melayani wajib pajak orang pribadi. Yang tidak dilayani adalah individu wajib pajak yang domisilinya di negara yang punya perjanjian penghindaran pajak berganda dengan negara Indonesia.
  2. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat B, dengan sertifikat ini konsultan pajak dapat melayani wajib pajak orang pribadi serta wajib pajak badan. Kecuali pada orang pribadi atau badan yang domisili negaranya punya perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Negara Indonesia.
  3. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat C, dengan sertifikat ini konsultan pajak dapat melayani wajib pajak orang pribadi, wajib pajak badan dan wajib pajak bentuk usaha tetap, wajib pajak penanaman modal dan wajib pajak yang domisili negaranya punya perjanjian penghindaran pajak berganda dengan negara Indonesia.

Nah, tidak sembarang orang juga bisa mendaftar untuk sertifikasi konsultan pajak. Individu yang ingin memperoleh sertifikat ini harus memiliki pendidikan yang linear. Lebih rincinya, simak syaratnya berikut ini :

  1. Mempunyai ijazah S1 atau D4 program studi dari perguruan tinggi yang sudah ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara Sertifikasi Pajak
  2. Mengikuti kegiatan penyetaraan tingkat sertifikasi (bagi pensiunan pegawai Direktorat Jenderal Pajak)
  3. Lulus ujian Sertifikasi Konsultan Pajak
Advertisements